Kabar gembira datang dari Iran! Setelah berbulan-bulan tegang, Teheran mengumumkan bahwa kapal-kapal "non-musuh" kini bisa melintasi Selat Hormuz. Jalur vital yang sempat lumpuh ini kembali dibuka, meski dengan beberapa syarat ketat. Pengumuman ini langsung memicu respons pasar global, terutama setelah laporan adanya perundingan damai antara AS-Israel dengan Iran yang disebut-sebut Presiden Donald Trump.
Dalam pernyataan resminya kepada PBB dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Selasa, misi Iran menegaskan bahwa kapal-kapal bisa melintas dengan aman. Syaratnya, mereka tidak boleh terlibat atau mendukung aksi agresi terhadap Iran, harus mematuhi regulasi keselamatan yang berlaku, dan berkoordinasi dengan otoritas Iran. Meskipun demikian, Teheran belum merinci secara detail peraturan apa saja yang harus dipatuhi. Namun, jelas bahwa keputusan ini menandai perubahan sikap Iran yang sebelumnya sempat mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintas di awal konflik.
Pengumuman ini muncul di tengah kabar negosiasi untuk mengakhiri 'perang AS-Israel terhadap Iran' yang diungkapkan Presiden AS Donald Trump. Menariknya, ini bertolak belakang dengan penolakan Iran sebelumnya tentang adanya perundingan. Sebelumnya, Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, mengalami kelumpuhan parah. Dari rata-rata 120 kapal per hari sebelum konflik 28 Februari lalu, kini hanya sekitar 5 kapal yang terpantau melintas per hari, menurut data dari firma intelijen maritim Windward.
Kemacetan parah di selat ini sontak memicu krisis energi global dan melonjaknya harga minyak. Analis bahkan sempat memprediksi harga minyak bisa tembus $150 hingga $200 per barel jika jalur ini terus tertutup. Namun, kondisi berubah drastis kemarin. Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, langsung anjlok lebih dari 9 persen setelah New York Times, Reuters, dan Channel 12 Israel melaporkan bahwa administrasi Trump telah mengajukan rencana damai 15 poin kepada Iran.
Efek positifnya juga terasa di bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,3 persen, KOSPI Korea Selatan naik 2,6 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,7 persen pada pembukaan Rabu. Ini menunjukkan harapan besar pasar global terhadap stabilitas dan perdamaian. Keputusan Iran membuka kembali Selat Hormuz, ditambah sinyal perundingan damai, menjadi angin segar bagi ekonomi dan pasar energi dunia. Meskipun syarat-syarat spesifik masih jadi pertanyaan, langkah ini jelas mengurangi tensi dan membuka peluang stabilitas pasokan energi global yang sangat dinantikan.