DAMAI! AS & IRAN SEPAKAT HENTIKAN PERANG, SELAT HORMUZ DIBUKA LAGI - Berita Dunia
← Kembali

DAMAI! AS & IRAN SEPAKAT HENTIKAN PERANG, SELAT HORMUZ DIBUKA LAGI

Foto Berita

Washington, DC – Amerika Serikat dan Iran secara resmi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang melibatkan Israel di Lebanon dan membuka kembali Selat Hormuz yang sangat strategis. Pengumuman ini disambut baik oleh berbagai negara sebagai langkah konkret menuju perdamaian kawasan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan langsung kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social-nya pada Minggu lalu. 'Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!' tulis Trump, menandakan berakhirnya blokade yang selama ini membuat harga energi global melonjak.

Kesepakatan ini akan ditandatangani pada hari Jumat di Swiss. Dalam masa gencatan senjata 60 hari ke depan, kedua pihak akan merundingkan poin yang lebih luas, termasuk pencabutan sanksi terhadap Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut ini sebagai terobosan besar setelah berbulan-bulan pertempuran yang menewaskan ribuan jiwa.

Reaksi positif datang dari berbagai pemimpin dunia. Qatar dan Pakistan memuji kesepakatan ini sebagai langkah menuju perdamaian abadi. Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyambut baik perjanjian tersebut dan berjanji mendukung upaya diplomatik. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan menawarkan bantuan pembersihan ranjau jika diperlukan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut kesepakatan ini sebagai 'langkah kritis' menuju penyelesaian konflik secara damai.

Analisis Dampak: Kesepakatan ini diprediksi akan langsung menurunkan harga minyak dunia yang sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur transportasi minyak global kembali normal, yang akan meredakan inflasi di banyak negara termasuk Indonesia. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait verifikasi program nuklir Iran yang menjadi syarat mutlak bagi Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook