BANTUAN UN MASUK SUDAN, ANCAMAN DRONE KIAN GANAS - Berita Dunia
← Kembali

BANTUAN UN MASUK SUDAN, ANCAMAN DRONE KIAN GANAS

Foto Berita

Setelah dua tahun terisolasi, bantuan kemanusiaan akhirnya tiba di sejumlah wilayah Sudan tengah yang dilanda konflik. Namun, kedatangan pasokan vital ini dibayangi ancaman serangan pesawat tak berawak atau drone yang makin masif, memperburuk krisis kelaparan dan membahayakan upaya penyelamatan jiwa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu lalu mengumumkan truk-truk bantuan berhasil menjangkau Dilling dan Kadugli di wilayah Kordofan, Sudan. Misi ini membawa lebih dari 700 metrik ton pangan, termasuk makanan bernutrisi khusus untuk sekitar 21.000 ibu dan anak, demi mencegah malnutrisi akut yang telah melanda hampir 70.000 orang.

Kedua kota tersebut memang nyaris sepenuhnya terputus dari bantuan sejak lebih dari dua tahun lalu, membuat warga menghadapi kelangkaan parah. Ironisnya, di tengah upaya penyaluran bantuan ini, lebih dari 30 negara, termasuk Uni Eropa, Kanada, dan Inggris, mengeluarkan pernyataan keprihatinan serius atas eskalasi serangan drone di wilayah Darfur dan Kordofan.

Mereka memperingatkan bahwa serangan sengaja terhadap pekerja bantuan dan penghambatan pasokan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Peringatan ini muncul setelah insiden mengerikan pada Minggu lalu, di mana 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat rudal drone yang menghantam pasar al-Safiya di Sodari, Kordofan Utara.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, ikut menyuarakan kekhawatiran atas peningkatan serangan drone yang memakan korban sipil. Ia mencatat setidaknya 57 warga sipil tewas dalam serangan drone terpisah pada Minggu dan Senin di empat negara bagian Sudan, termasuk serangan di Sodari yang diduga dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Sudan (SAF). Turk juga menyoroti serangan terbaru yang dikaitkan dengan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terhadap dua sekolah dasar dan satu rumah sakit.

Kawasan Kordofan menjadi medan pertempuran sengit karena posisinya yang strategis sebagai poros timur-barat vital, menghubungkan wilayah Darfur yang dikuasai RSF dengan ibu kota Khartoum yang dikontrol SAF. Setelah menguasai Darfur tahun lalu, RSF berupaya merebut koridor tengah Sudan yang kaya minyak dan emas, menjadikan Kordofan zona panas konflik. Eskalasi ini tidak hanya menghambat bantuan, tetapi juga mengancam stabilitas regional dan menempatkan jutaan jiwa dalam risiko kemanusiaan yang akut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook