Neymar kembali jadi sorotan. Kali ini bukan karena aksi di lapangan, tapi justru karena hal yang ia lakukan setelah mendapat kartu merah. Pengadilan Olahraga Brasil (STJD) resmi menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan tambahan kepada kapten Santos tersebut.
Insiden bermula saat laga Santos vs Bahia berakhir imbang 1-1 di Serie A Brasil akhir pekan lalu. Neymar terlibat perselisihan dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor, dan wasit langsung mengganjarnya dengan kartu merah. Masalahnya, dalam rekaman terlihat Neymar menutup mulutnya saat berdebat—sebuah pelanggaran terhadap aturan baru yang dijuluki 'Aturan Vinicius Junior'.
Aturan ini memang sengaja dibuat untuk mencegah pemain menyembunyikan ujaran rasial atau penghinaan di lapangan. IFAB (badan pembuat aturan sepak bola) sudah menyetujuinya secara bulat pada April lalu, terinspirasi dari kasus rasisme yang menimpa Vinicius Jr di Liga Champions. Wasit juga mencatat bahwa setelah diusir, Neymar sempat berlari ke bangku pemain lawan dan harus ditahan rekan-rekannya.
Dampaknya, Neymar dipastikan absen di tiga laga Santos ke depan. Ia sudah pasti melewatkan pertandingan melawan Palmeiras karena akumulasi kartu kuning, plus dua laga tambahan dari sanksi ini. Santos dan Neymar masih bisa mengajukan banding, tapi jika gagal, pemain berusia 34 tahun itu baru bisa kembali merumput sekitar akhir November.
Ini bukan pertama kalinya Neymar berurusan dengan aturan anyar. Tiga bulan lalu, ia sempat jadi pemain pertama di liga Brasil yang dikeluarkan sementara dari lapangan karena aturan uji coba anti-penguluran waktu. Kombinasi sanksi ini tentu merugikan Santos yang sedang berjuang di kompetisi domestik, sekaligus jadi peringatan keras bahwa protokol baru benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.