60 ANGGOTA KONGRES AS DESAK EVAKUASI MEDIS ANAK KANKER GAZA - Berita Dunia
← Kembali

60 ANGGOTA KONGRES AS DESAK EVAKUASI MEDIS ANAK KANKER GAZA

Foto Berita

Washington, D.C. – Sebanyak 60 anggota Kongres Amerika Serikat mendesak pemerintahan Donald Trump untuk segera memfasilitasi evakuasi medis bagi pasien kanker anak-anak dari Gaza. Surat yang dikirimkan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Kamis (14/11) ini menuntut Israel mencabut pembatasan yang menghalangi pasien Palestina untuk berobat ke rumah sakit di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Inisiatif ini dipicu oleh kehancuran total sistem kesehatan Gaza akibat perang. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 94 persen rumah sakit di Gaza hancur atau rusak berat sejak Oktober 2023. Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya fasilitas kanker khusus di Jalur Gaza, bahkan telah rata dengan tanah pada Maret 2025.

β€œTidak ada alasan logis mengapa membiarkan anak-anak pengidap kanker menempuh perjalanan 40 menit untuk pengobatan penyelamat nyawa harus menjadi kontroversi,” ujar Deyar Jamil, peneliti dari kelompok hak asasi manusia DAWN yang ikut merancang surat tersebut.

Surat itu mengungkap fakta mengerikan: diagnosis kanker kini menjadi hukuman mati di Gaza. Dokter setempat memperkirakan angka kematian akibat kanker meningkat tiga kali lipat sejak perang dimulai. Setidaknya 1.200 orang telah meninggal saat menunggu izin evakuasi, termasuk Ghazal, bocah lelaki penderita leukemia berusia enam tahun yang menghabiskan dua bulan terakhir hidupnya berharap bisa keluar dari Gaza.

Analisis Dampak: Desakan ini menunjukkan titik kritis tekanan politik terhadap Israel di dalam negeri AS. Namun, tanpa jaminan keamanan dari Israel, evakuasi medis tetap menjadi mimpi buruk. Sebelum perang pun, Israel telah menolak sebagian besar permohonan evakuasi dengan alasan 'keamanan'. Ditambah insiden penembakan kontraktor medis WHO oleh tentara Israel pada April lalu yang memaksa WHO menghentikan evakuasi ke Mesir, situasi ini menjadi kebuntuan diplomatik yang mematikan. Tanpa tekanan nyata dari Gedung Putih, ribuan pasien kanker di Gaza terancam kehilangan satu-satunya kesempatan hidup.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook