Jakarta, CNN Indonesia — Tesla dikabarkan bakal menghentikan produksi pikap listrik kontroversial mereka, Cybertruck, di pabrik Austin, Texas. Langkah ini diambil karena perusahaan ingin mengalihkan fokus ke pengembangan mobil otonom (self-driving) Cybercab.
CEO Elon Musk menyebut produksi Cybertruck memang sedang 'winding down' atau menurun drastis. Namun, ia belum bisa memastikan apakah produksi akan dipindahkan ke lokasi lain atau dihentikan secara permanen. Sejak diluncurkan pada 2023, Cybertruck memang menuai pro dan kontra. Desainnya yang unik dinilai sebagian orang sebagai inovasi, tapi banyak juga yang menyebutnya 'jelek'.
Selain masalah estetika, penjualan Cybertruck juga kurang memuaskan. Berbagai masalah kualitas hingga insiden penarikan kembali (recall) turut membayangi performa mobil ini di pasaran. Keputusan ini menandai babak baru bagi Tesla yang tampaknya ingin serius mengejar visi mobil tanpa pengemudi.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat umum, khususnya konsumen otomotif, keputusan ini menjadi sinyal bahwa era kendaraan listrik 'futuristik' dengan desain ekstrem mungkin kurang diminati pasar massal. Investor dan pengamat industri akan mencermati apakah langkah pivot ke Cybercab ini mampu menyelamatkan pertumbuhan Tesla, atau justru meninggalkan pangsa pasar pikap listrik yang mulai ramai pesaing seperti Ford dan Rivian.