Gelombang protes akibat lonjakan biaya hidup ternyata tidak hanya melanda negara-negara Eropa. Laporan Al Jazeera menunjukkan bahwa kemarahan serupa juga meledak di Senegal, Kosta Rika, dan Indonesia. Masyarakat di ketiga negara tersebut turun ke jalan menuntut pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk menekan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik.
Fenomena ini menandakan bahwa krisis ekonomi pasca-pandemi dan dampak konflik global telah memicu tekanan inflasi yang dirasakan hampir di seluruh dunia, bukan hanya di belahan bumi utara. Bagi masyarakat Indonesia, protes ini menjadi cerminan nyata bahwa daya beli terus tergerus, sehingga pemerintah dituntut untuk lebih peka terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil di tengah ketidakpastian global.