Dua tahun setelah kekalahan mengejutkan dari Donald Trump, Partai Demokrat Amerika Serikat mulai melakukan evaluasi besar-besaran terhadap posisi mereka di isu-isu sensitif. Pergeseran paling mencolok terlihat pada sikap terhadap Israel. Jika sebelumnya dukungan terhadap Israel adalah harga mati, kini banyak kandidat Demokrat mulai berani bersuara lantang menentang kebijakan militer Israel di Gaza.
Perubahan ini dipicu oleh data survei yang menunjukkan pergeseran besar di kalangan pemilih. Survei Pew Research Center mencatat 60 persen orang dewasa AS kini memandang Israel dengan negatif, dan angka itu melonjak hingga 80 persen di kalangan pendukung Demokrat. Tekanan dari basis pemilih muda dan kelompok progresif seperti Democratic Socialists of America memaksa para politisi senior untuk beradaptasi.
Salah satu contoh nyata adalah Senator Chris Coons, sekutu lama Israel, yang kini mendesak adanya 'peninjauan ulang menyeluruh' terhadap hubungan AS-Israel. Bahkan, ia terbuka pada opsi sanksi terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, 40 senator Demokrat juga telah memberikan suara menolak penjualan senjata ke Israel.
Analisis singkat: Pergeseran ini menunjukkan bahwa isu luar negeri, khususnya Gaza, kini menjadi penentu suara domestik yang signifikan. Demokrat sedang berusaha keras mencari keseimbangan antara kebijakan luar negeri tradisional dan tuntutan keadilan global dari generasi muda, yang bisa menjadi kunci untuk merebut kembali kursi di Kongres.