Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, menggebrak panggung politik dengan mengumumkan niatnya maju di pemilihan presiden tahun 2028. Keputusan ini menarik perhatian publik luas, mengingat ia kini tengah dibayangi sejumlah isu kontroversial.
Sara Duterte, yang juga putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, tak gentar meski kini menghadapi aduan pemakzulan terkait tuduhan korupsi serta dugaan ancaman terhadap presiden petahana. Ia tetap mantap melangkah untuk merebut kursi nomor satu di Filipina.
Langkah berani ini diprediksi akan memanaskan suhu politik di kepulauan tersebut. Pengamat menilai, popularitas Sara di kalangan tertentu masyarakat bisa menjadi modal kuat, namun sederet isu negatif yang melilitnya akan jadi tantangan berat. Pertarungan politik menuju Pilpres 2028 diperkirakan bakal sengit, dengan fokus pada tata kelola pemerintahan, integritas, dan dinamika antar elite politik di Manila. Masyarakat Filipina kini menantikan bagaimana drama politik ini akan terus bergulir.