Jakarta - Mantan Perdana Menteri Spanyol, José Luis Rodríguez Zapatero, kembali tersandung kasus hukum. Bukan karena kebijakan politiknya, melainkan karena setumpuk perhiasan mewah senilai lebih dari Rp20 miliar yang ditemukan di brankas pribadinya. Penemuan ini memicu penyelidikan baru yang menjeratnya dengan dugaan penggelapan pajak dan penyelundupan.
Otoritas Spanyol menyita kalung, gelang, cincin, dan anting-anting yang terbuat dari emas, safir, dan zamrud. Barang mewah itu diduga berasal dari Zambia atau Thailand. Masalahnya, Zapatero disebut tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran bea cukai atas perhiasan tersebut. Ia pun dijadwalkan memberikan kesaksian di pengadilan akhir bulan ini.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Partai Sosialis yang saat ini dipimpin oleh Pedro Sánchez. Pasalnya, Zapatero adalah sekutu dekat Sánchez. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah modern Spanyol seorang mantan perdana menteri resmi menjadi tersangka. Sebelumnya, ia juga sudah diselidiki atas dugaan menerima komisi dari dana talangan maskapai Plus Ultra.
Analisis Dampak: Skandal ini bukan sekadar urusan pribadi Zapatero. Ini memperburuk citra Partai Sosialis yang sudah diterpa berbagai kasus korupsi, termasuk yang menyeret istri dan saudara laki-laki Perdana Menteri Sánchez. Situasi ini membuat Sánchez harus berjuang keras untuk mempertahankan kekuasaannya. Bagi publik Spanyol, kasus ini kembali menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan moralitas para pemimpin negara. Sementara itu, tim kuasa hukum Zapatero membantah semua tuduhan dan menyebut perhiasan itu adalah warisan keluarga.