KYIV, (Media Online) – Situasi keamanan di ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali memanas. Setelah sebelumnya sukses melumpuhkan Jembatan Selatan, pasukan Rusia kini memperluas target serangan mereka dengan menghantam Jembatan Utara (Northern Bridge).
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, membenarkan insiden tersebut. Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat itu mengakibatkan kerusakan pada permukaan jalan dan jaringan kabel listrik troli. Akibatnya, akses lalu lintas dari tepi kiri ke tepi kanan sungai terpaksa ditutup sementara, sementara petugas darurat dikerahkan ke lokasi.
Serangan ini menjadi sinyal bahaya baru bagi warga sipil. Pasalnya, Jembatan Utara dan Jembatan Selatan merupakan urat nadi utama yang menghubungkan wilayah timur dan barat Kyiv. Sebelumnya, kedua jembatan ini tidak pernah tersentuh serangan sejak konflik dimulai, namun kini keduanya menjadi sasaran empuk drone dan rudal Rusia.
Klitschko menyebut kondisi kota saat ini dalam fase "sangat dramatis". Infrastruktur kritis, logistik, hingga perumahan warga terus dibombardir. Meski Presiden Rusia, Vladimir Putin, beralasan serangan ini adalah balasan atas aksi Ukraina yang menyerang fasilitas energi mereka, fakta di lapangan menunjukkan Moskow yang memulai eskalasi agresi ini.
Dampak Bagi Masyarakat: Warga Kyiv kini menghadapi ancaman gangguan mobilitas yang serius. Dengan terputusnya dua jembatan utama, aktivitas ekonomi dan evakuasi warga dipastikan macet. Selain itu, serangan terhadap jaringan listrik troli dan jalur metro menunjukkan bahwa Rusia sengaja melumpuhkan transportasi publik untuk menekan psikologis warga sipil agar menyerah.