RAKSASA TEKNOLOGI BORONG LISTRIK NUKLIR - Berita Dunia
← Kembali

RAKSASA TEKNOLOGI BORONG LISTRIK NUKLIR

Foto Berita

Ambisi kecerdasan buatan (AI) yang membengkak memaksa raksasa teknologi mengubah haluan. Amazon dan Google baru saja meneken kontrak jangka panjang 20 tahun untuk pasokan listrik nuklir. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, sebab operasional pusat data (data center) untuk melatih AI membutuhkan energi yang sangat masif dan stabil.

Amazon sepakat membeli 690 megawatt dari pembangkit Calvert Cliffs di Maryland, sementara Google mengamankan tambahan kapasitas 890 megawatt di AS. Menariknya, kesepakatan ini tidak membangun reaktor baru, melainkan mengoptimalkan output dari reaktor yang sudah ada—bahkan beberapa di antaranya berusia lebih tua dari perusahaan teknologi itu sendiri.

Fenomena ini menandai kebangkitan kembali energi nuklir yang sempat terpuruk pasca insiden Fukushima dan Chernobyl. Kini, reaktor tak terpakai di Three Mile Island pun disiapkan kembali beroperasi demi memasok listrik ke Microsoft. Pemerintah AS via Departemen Energi turut mengucurkan pinjaman hingga 4,4 miliar dolar untuk menghidupkan kembali pembangkit yang mati.

Analisis Dampak: Peralihan ke nuklir ini membuktikan bahwa efisiensi chip tidak lagi cukup menekan konsumsi listrik. Fenomena ini mirip dengan paradoks Jevons di abad ke-19, di mana efisiensi justru meningkatkan konsumsi total. Bagi masyarakat, langkah ini bisa menjadi angin segar untuk dekarbonisasi, namun di sisi lain memicu kekhawatiran baru terkait limbah radioaktif dan keselamatan pembangkit yang sudah berumur.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook