Serangan udara Rusia kembali mengguncang kawasan Laut Hitam. Kali ini, sasaran mereka adalah sebuah kapal kargo sipil yang mengangkut jagung. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras aksi tersebut sebagai tindakan 'mengerikan' yang menelan korban jiwa.
Dalam serangan yang melibatkan dua drone ini, kapten kapal dilaporkan tewas, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian. Sebanyak 11 awak yang merupakan warga negara Azerbaijan dan India berhasil diselamatkan. Otoritas Rumania bergerak cepat dengan meluncurkan misi penyelamatan setelah menerima laporan adanya kebakaran di kapal bernama Royad Mammadov tersebut, yang berada di luar perairan teritorial mereka.
Menteri Dalam Negeri Rumania mengonfirmasi bahwa kapal itu tenggelam sekitar 30 mil laut di selatan Pelabuhan Sfantu Gheorghe. Meski Rusia belum memberikan komentar resmi, Kementerian Pertahanan mereka sebelumnya mengklaim telah menyerang dua kapal kargo. Zelensky menegaskan bahwa kapal yang diserang adalah kapal sipil berbendera Turki yang sedang berada di perairan netral.
Analisis singkat: Insiden ini kembali memanaskan tensi geopolitik di Laut Hitam yang krusial bagi jalur logistik global. Serangan terhadap kapal yang mengangkut komoditas pangan seperti jagung berpotensi memicu krisis pangan baru dan meningkatkan harga pangan dunia. Selain itu, keterlibatan warga negara Azerbaijan dan India menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada Ukraina dan Rusia, tetapi juga menarik negara-negara netral ke dalam pusaran risiko. Eskalasi ini juga memperlihatkan bahwa Rusia semakin agresif menargetkan infrastruktur sipil sebagai balasan atas serangan Ukraina ke kilang minyak mereka, yang diakui Putin telah menggerus 1% PDB Rusia.