Kecelakaan mengerikan mengguncang ajang balap layar SailGP di Auckland, Selandia Baru, hari Sabtu (2/3) waktu setempat. Dua pelaut dilaporkan terluka parah, termasuk Louis Sinclair dari tim Selandia Baru yang mengalami patah tulang terbuka di kedua kakinya. Insiden ini terjadi saat yacht berkecepatan tinggi milik Selandia Baru dan Prancis bertabrakan, memaksa lomba hari itu terpaksa dibatalkan.
Detik-detik mencekam itu terjadi pada balapan ketiga dari empat yang dijadwalkan. Saat 13 kapal mendekati gerbang pertama dengan kecepatan nyaris 90 km/jam, yacht Selandia Baru mendadak hilang kendali. Kapal tersebut berputar dan langsung memotong jalur yacht Prancis. Tabrakan pun tak terhindarkan, membuat kapal Prancis menabrak dan menindih bagian atas kapal Selandia Baru. Kedua kapal rusak parah dan sempat terkunci satu sama lain sebelum berhasil dipisahkan.
Louis Sinclair, seorang 'grinder' yang bertugas mengatur layar di yacht Selandia Baru, kini dalam kondisi stabil di Rumah Sakit Auckland setelah menerima perawatan intensif. Sementara itu, seorang pelaut dari tim Prancis juga dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut. Quentin Delapierre, pengemudi tim Prancis, mengaku syok dan menyatakan semuanya terjadi begitu cepat sehingga sulit dihindari. Rekaman televisi mengindikasikan kemudi (rudder) kapal Selandia Baru tidak berfungsi, diduga menjadi pemicu hilangnya kendali.
Kecelakaan ini menjadi sorotan serius mengingat tim Selandia Baru baru saja kembali berkompetisi setelah insiden tabrakan dengan tim Swiss di Perth, Australia, pada event sebelumnya. Saat itu, pengemudi tim Selandia Baru, Peter Burling, bahkan menerima poin penalti atas perannya dalam tabrakan tersebut. Insiden beruntun ini menggarisbawahi risiko tinggi dalam olahraga balap layar berteknologi tinggi yang memacu kecepatan hingga 100 km/jam, memunculkan pertanyaan tentang prosedur keselamatan dan tekanan kompetisi di ajang bergengsi SailGP yang melibatkan kapal-kapal canggih dan sangat mahal ini.