YEMEN REBUT SELAT STRATEGIS DARI HOUTHI - Berita Dunia
← Kembali

YEMEN REBUT SELAT STRATEGIS DARI HOUTHI

Foto Berita

Pasukan pemerintah Yaman yang diakui internasional mengklaim telah menguasai kembali Distrik Dhubab dan posisi vital di dekat Selat Bab al-Mandeb. Operasi militer besar-besaran ini diluncurkan sehari setelah pemerintah mengumumkan serangan balasan terhadap kelompok Houthi. Menurut pernyataan militer Yaman yang didukung Arab Saudi, pasukan gabungan dari Homeland Shield Forces dan Giants Brigades bergerak dengan dukungan udara untuk menargetkan posisi Houthi. Mereka berhasil memutus jalur pasokan dan jalan menuju selat strategis tersebut.

Dalam pertempuran ini, Houthi dilaporkan kehilangan banyak pejuang dan peralatan militer. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang dipimpin Mayor Jenderal Turki al-Maliki mengerahkan 100 jet tempur untuk melindungi Selat Bab al-Mandeb dan menghancurkan ratusan target Houthi. Pemerintah Yaman bahkan mengumumkan serangan strategis menuju ibu kota Sanaa yang telah dikuasai Houthi selama satu dekade terakhir.

Perang Yaman kembali memanas setelah gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 2022 runtuh pada Juli lalu. Pada pertengahan September, Houthi sempat menguasai kota pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di Selat Bab al-Mandeb. Situasi ini memicu kekhawatiran global karena Bab al-Mandeb adalah jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Di tengah eskalasi ini, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar tiba di Arab Saudi untuk pertemuan dengan pejabat Saudi dan Turki dalam kerangka Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah. Pertemuan ini dihadiri Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif dan Kepala Militer Asim Munir. Dampak bagi masyarakat Yaman sangat besar, karena konflik berkepanjangan ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah, dengan jutaan orang mengungsi dan kelaparan. Penguasaan Selat Bab al-Mandeb juga berdampak pada harga minyak dan perdagangan global, karena sekitar 12 persen perdagangan dunia melewati jalur ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook