JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengeluarkan peringatan keras terkait potensi eskalasi militer antara Iran dan negara-negara Teluk. Ia menyebut konsekuensi dari konflik terbuka tersebut sebagai sesuatu yang 'tak terbayangkan' dan berpotensi devastating.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa Kairo saat ini tengah melakukan komunikasi intensif setiap hari dengan Teheran, Washington, serta mitra-mitra regional lainnya.
Langkah diplomasi Mesir ini bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya bentrokan militer skala penuh yang baru di Timur Tengah. Situasi ini menjadi perhatian dunia karena dampaknya yang luas terhadap stabilitas keamanan dan perekonomian global, terutama pasokan minyak.