Alex Eala, bintang tenis Filipina, gagal meraih gelar WTA Tour keduanya setelah kalah telak 6-3, 6-0 dari Claire Liu di final Hong Kong Open, Minggu (2/11/2025). Kekalahan dari petenis Amerika peringkat 102 dunia itu membuat Eala tak kuasa menahan tangis saat refleksi musimnya.
Meski kalah, Eala menegaskan musim ini telah mengubah hidupnya. "Musim ini telah mengubah hidup saya; mengubahnya menjadi lebih baik," ujarnya di hadapan penonton dengan kaki kanan dibalut perban tebal.
Petenis 21 tahun itu memang sedang menanjak. Ia mencetak sejarah sebagai orang Filipina pertama yang menjuarai turnamen WTA Tour lewat kemenangan di Washington DC, Agustus lalu. Peringkatnya kini melesat ke posisi 17 dunia, dan pekan depan akan naik ke peringkat 15—padahal awal tahun ia masih di peringkat 50.
Dampak bagi Masyarakat: Prestasi Eala menjadi kebanggaan besar bagi Filipina dan Asia Tenggara. Meski gagal juara di Hong Kong, konsistensinya di level elite WTA membuktikan petenis Asia Tenggara mampu bersaing. Ini bisa memicu gelombang inspirasi bagi atlet muda dan meningkatkan minat sponsor terhadap tenis regional. Namun, cedera kaki kanan yang dibalut tebal menjadi catatan penting jelang musim 2026.