Laporan terbaru Greenpeace mengungkap fakta mencengangkan: sumber air minum utama di Semenanjung Yucatan, Meksiko, tercemar bakteri feses. Penelitian independen yang dilakukan pada Agustus lalu di 17 titik sekitar Merida menemukan bahwa seluruh sampel air terkontaminasi, dengan 16 dari 17 sampel mencapai batas maksimal bakteri koliform total.
Penyebabnya diduga kuat berasal dari peternakan babi industri dan limbah kota. Yang bikin miris, tes DNA khusus (Pig2Bac) mendeteksi keberadaan feses babi di sampel yang diuji di laboratorium Johns Hopkins University dan UNAM. Ini penting karena Yucatan tidak punya sungai di atas tanah—seluruh kebutuhan air bersih bergantung pada air tanah yang mengalir lewat batuan kapur berpori. Artinya, polutan bisa meresap sangat cepat ke akuifer.
Greenpeace mendesak moratorium segera untuk operasi peternakan babi baru dan perluasan peternakan di wilayah tersebut. Desakan ini mendapat dukungan dari komunitas Maya yang selama ini bergantung pada cenotes (lubang air alami) untuk kebutuhan sehari-hari. Laporan PBB Juli lalu mencatat ada lebih dari 500 peternakan babi industri di Yucatan dengan populasi di atas 50.000 hewan, banyak beroperasi tanpa izin dan berlokasi dekat permukiman masyarakat adat.
Dampaknya bagi masyarakat sangat serius: air yang selama ini dipakai untuk mandi, memasak, dan minum kini terancam. Namun, industri babi lokal membantah tudingan ini. Antonio Zumarraga dari Yucatan Citizen Scientific Water Observatory membela industri dan menyebut perlu kajian lebih lanjut. Perdebatan pun memanas antara kepentingan ekonomi dan hak atas air bersih.