Jantung Kota New York, Times Square, bergemuruh pada hari Sabtu. Ratusan warga New York turun ke jalan menyuarakan kemarahan dan penolakan keras terhadap serangan militer Amerika Serikat ke Iran yang baru saja diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung hanya beberapa jam setelah AS melancarkan serangan yang disebut mematikan ke Iran, sebuah langkah yang langsung memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Walikota Zohran Mamdani, yang turut hadir dalam protes tersebut, tak ragu melontarkan pernyataan keras. Ia menyebut tindakan militer AS ini sebagai 'eskalasi bencana dalam perang agresi ilegal'.
Protes di Times Square ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan luar negeri agresif AS tidak selalu mendapat dukungan penuh di dalam negeri. Keputusan Washington untuk menyerang Iran di tengah ketegangan yang sudah memanas antara kedua negara, berpotensi memicu balasan dari Teheran dan semakin memperburuk stabilitas regional. Selain dampak geopolitik, insiden ini juga dikhawatirkan bisa berdampak pada gejolak harga minyak global dan memicu gelombang ketidakpastian ekonomi. Banyak pihak mengkhawatirkan serangan ini akan menyeret AS ke dalam konflik bersenjata yang lebih besar, dengan konsekuensi kemanusiaan dan geopolitik yang serius bagi kawasan maupun dunia.