STARLINK UKRAINA SEMPAT DIBATASI, TRUMP BUNGKAM - Berita Dunia
← Kembali

STARLINK UKRAINA SEMPAT DIBATASI, TRUMP BUNGKAM

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara soal pemulihan layanan internet satelit Starlink di Ukraina. Ia mengklaim Elon Musk telah mengembalikan akses penuh layanan tersebut, namun Trump menolak berkomentar lebih jauh soal laporan bahwa dirinya ikut campur dalam keputusan itu.

Sebelumnya, laporan The Wall Street Journal menyebut Trump sempat menelepon Musk dan memintanya mencabut pembatasan kecepatan serta akses Starlink yang sempat bikin militer Ukraina kelimpungan pada 13 Oktober lalu. Meski layanan sudah normal kembali, konektivitas dilaporkan masih belum stabil sepenuhnya.

Yang bikin rumit, tak ada yang mau mengaku bertanggung jawab soal siapa yang mencetuskan pembatasan tersebut. Trump membantah memerintahkannya. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa keputusan soal kecepatan dan akses Starlink sepenuhnya ada di tangan Musk sebagai pemilik kontrak komersial.

Tapi Musk justru berbalik arah. Ia menyatakan bahwa Starshield—versi militer dari Starlink—dikendalikan penuh oleh pemerintah AS. Menurut Musk, segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh Presiden.

Isu ini memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi satelit bisa jadi alat tekanan politik. Apalagi, hubungan Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memang dikenal panas. Trump berulang kali menyebut Zelenskyy sebagai sosok yang 'sulit' dibandingkan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan bahkan sempat menyalahkan ambisi Ukraina masuk NATO sebagai pemicu perang.

Bagi masyarakat Ukraina, ketergantungan pada Starlink di tengah perang menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, layanan ini krusial untuk pertahanan udara dan komunikasi militer. Di sisi lain, kendali penuh ada di tangan aktor politik dan korporasi asing yang kepentingannya bisa berubah-ubah. Situasi ini menegaskan bahwa infrastruktur digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari geopolitik global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook