Kabar gembira datang dari kualifikasi Piala Dunia 2026! Turki dan Swedia berhasil mengamankan tiket mereka setelah melalui pertarungan sengit di babak playoff, mengakhiri penantian panjang dan mencetak sejarah baru.
Timnas Turki akhirnya mengakhiri puasa tampil di panggung sepak bola terbesar dunia selama 24 tahun. Mereka menumbangkan Kosovo dengan skor tipis 1-0 dalam final playoff yang menegangkan di Pristina. Gol tunggal Kerem Akturkoglu di menit ke-53 menjadi penentu kemenangan dramatis ini, sekaligus mengulang partisipasi Turki di Piala Dunia sejak terakhir kali pada tahun 2002. Di bawah asuhan pelatih Vincenzo Montella, skuad yang memadukan talenta muda dan pemain berpengalaman ini akhirnya mampu menjawab ekspektasi publik setelah dua dekade selalu gagal di kualifikasi.
Meski harus menelan kekalahan, pencapaian Kosovo untuk melaju hingga final playoff patut diacungi jempol. Bermain di hadapan publik sendiri, mereka hampir saja mencetak sejarah debut di turnamen besar, sebuah capaian luar biasa mengingat mereka baru bergabung dengan FIFA dan UEFA kurang dari satu dekade lalu. Perjalanan ini menjadi inspirasi dan menunjukkan potensi besar sepak bola di negara tersebut untuk masa depan.
Tak kalah dramatis, Swedia juga mengamankan tempat di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Polandia 3-2. Duel sengit ini ditentukan oleh gol telat Viktor Gyokeres dua menit jelang bubar. Sempat saling berbalas gol melalui Anthony Elanga dan Nicola Zalewski, serta Gustaf Lagerbielke dan Karol Swiderski, Swedia akhirnya memastikan kemenangan di kandang mereka. Kemenangan ini membawa Swedia kembali tampil di Piala Dunia setelah absen sejak 2018. Mereka nantinya akan tergabung di Grup F bersama tim-tim kuat seperti Belanda, Jepang, dan Tunisia.
Kelolosan Turki dan Swedia tentu memicu euforia luar biasa di kedua negara, menandakan kebangkitan dan konsistensi di kancah sepak bola internasional. Bagi Turki, ini adalah momen penebusan dan kebanggaan nasional yang telah lama dinanti. Sementara Swedia menambah kekuatan Eropa di Piala Dunia mendatang, menjanjikan persaingan yang lebih ketat.