Polisi Federal Brasil resmi membatalkan paspor Senator Flávio Bolsonaro setelah ia mangkir dari perintah penyerahan dokumen pada Senin lalu. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang yang membelit putra mantan Presiden Jair Bolsonaro tersebut.
Sebelumnya, Mahkamah Agung memberikan tenggat waktu 24 jam kepada Flávio untuk menyerahkan paspornya. Namun, batas waktu tersebut terlewati tanpa kepatuhan, memicu spekulasi bahwa ia mungkin telah melarikan diri ke luar negeri. Aparat keamanan kini meningkatkan pengawasan di perbatasan, khususnya mengawasi kemungkinan pelarian ke Argentina, meski otoritas setempat membantah ada catatan masuknya Flávio.
Selain kasus pencucian uang, pengadilan juga memerintahkan penyelidikan baru terkait dugaan pendanaan asing ilegal dalam kampanye elektoralnya. Situasi ini memanas setelah kekalahannya dari Luiz Inácio Lula da Silva dalam putaran kedua pilpres. Meski kalah suara, Flávio menolak mengakui hasil dan menuntut pembatalan pemilu dengan alasan perpanjangan waktu coblosan yang dianggapnya sebagai 'trik kotor'.
Analisis Dampak: Langkah pemblokiran paspor ini menegaskan bahwa hukum di Brasil tidak pandang bulu, bahkan terhadap keluarga mantan pemimpin tertinggi. Bagi masyarakat, ini menjadi tontonan politik yang menegangkan mengenai integritas demokrasi dan akuntabilitas pejabat publik. Ketegangan politik diperkirakan akan meningkat menjelang pelantikan Lula, sementara pendukung oposisi mungkin akan semakin vokal menuduh adanya kriminalisasi politik.