RUSIA BUKA KARTU DI BALIK SERANGAN BANDARA NIGER! - Berita Dunia
← Kembali

RUSIA BUKA KARTU DI BALIK SERANGAN BANDARA NIGER!

Foto Berita

Serangan teroris di Bandara Internasional Diori Hamani, Niamey, Niger, pekan lalu ternyata bukan insiden biasa. Moskow akhirnya angkat bicara, mengakui peran krusial pasukan mereka bersama militer Niger dalam menumpas puluhan pemberontak ISIL yang menyerbu bandara strategis tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (5/2) kemarin merilis pernyataan resmi, mengutuk keras serangan ekstremis itu. Mereka membenarkan bahwa insiden pada malam 28 Januari tersebut berhasil ditangkis berkat upaya gabungan korps militer Afrika milik Kementerian Pertahanan Rusia dan Angkatan Bersenjata Niger. Dalam serangan yang diklaim oleh kelompok bersenjata ISIL (ISIS) itu, setidaknya 20 penyerang tewas, termasuk seorang warga negara Prancis, dan 11 lainnya berhasil ditangkap. Sayangnya, empat tentara Niger mengalami luka-luka.

Junta militer Niger sendiri sebelumnya sudah mengindikasikan adanya bantuan dari "mitra Rusia" dalam menghalau serangan mendadak di ibu kota. ISIL mengklaim bertanggung jawab atas "serangan mendadak dan terkoordinasi" di pangkalan udara yang juga berfungsi sebagai bandara sipil. Sebuah video yang disebar media terafiliasi ISIL, Amaq, menampilkan puluhan penyerang dengan senapan serbu menembaki dekat hanggar pesawat dan membakar satu pesawat sebelum kabur dengan motor.

Pengamat keamanan regional dari Konrad Adenauer Foundation di Jerman, Ulf Laessing, menilai kecanggihan dan keberanian serangan ini, termasuk kemungkinan penggunaan drone oleh para penyerang, mengindikasikan adanya bantuan dari dalam. Serangan-serangan sukses sebelumnya di kawasan Sahel diduga telah meningkatkan kepercayaan diri kelompok teroris untuk menargetkan lokasi yang lebih sensitif dan strategis. Ini juga mengingatkan pada insiden serupa di Bandara Internasional Mali pada September 2024, yang diduga melibatkan kekuatan eksternal dengan dukungan instruktur dan teknis.

Menariknya, sebelum pengakuan Rusia, militer Niger sempat menuduh Benin, Prancis, dan Pantai Gading sebagai sponsor serangan tersebut, meski tanpa bukti kuat. Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh Benin dan Pantai Gading, yang bahkan memanggil duta besar Niger sebagai bentuk protes. Prancis, sebagai bekas penjajah Niger yang baru menarik pasukan militernya pada 2023, belum memberikan komentar.

Peristiwa ini menjadi salah satu dari sedikit momen langka di mana Rusia secara terbuka mengakui aktivitas militernya di wilayah Sahel. Di tengah isolasi global akibat invasi ke Ukraina, Moskow memang aktif memperluas pengaruh militer dan politiknya di Afrika. Kunjungan langsung kepala militer Niger, Abdourahamane Tchiani, ke pangkalan militer Rusia di Niamey untuk menyampaikan "rasa terima kasih pribadi atas profesionalisme tingkat tinggi" pasukan Rusia dalam mempertahankan bandara, makin menegaskan posisi dan peran penting Rusia di kawasan yang makin bergejolak ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook