Yaman berduka. Pemanjat tebing ekstrem yang dijuluki 'Spider-Man' setempat, Al-Qa'qa' bin Antar, ditemukan tewas setelah jatuh dari ketinggian saat memanjat kawah gunung berapi Haradhat Damt. Insiden tragis ini terjadi saat ia nekat memanjat dinding vertikal setinggi 120 meter tanpa menggunakan satu pun alat pengaman.
Bin Antar, yang viral di media sosial karena aksi nekatnya memanjat tebing curam dengan tangan kosong, dikenal sebagai legenda di kalangan anak muda Yaman. Video-videonya yang menegangkan seringkali menuai jutaan penonton. Namun, sayangnya, keberaniannya kali ini berbuah petaka.
Analisis: Kematian Bin Antar menjadi pengingat keras tentang bahaya tren ekstrem di media sosial, terutama di negara konflik seperti Yaman. Banyak anak muda yang terobsesi dengan viralitas tanpa memikirkan risiko keselamatan. Dari sisi psikologis, aksi nekat seperti ini seringkali menjadi pelarian dari tekanan hidup di zona perang, di mana mereka mencari sensasi dan validasi digital sebagai bentuk pelarian dari realitas pahit.