UKRAINA BALIK SERANG, RUSIA KEHILANGAN 100 KM2 - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA BALIK SERANG, RUSIA KEHILANGAN 100 KM2

Foto Berita

Ukraina mengklaim strategi 'lockdown' atau pengekangan logistik mereka berhasil memperlambat laju pasukan Rusia. Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskii, mengumumkan bahwa pada bulan Mei, pihaknya berhasil merebut kembali lebih banyak wilayah dibandingkan yang hilang. Rasio wilayah yang dibebaskan dan hilang hampir 100 kilometer persegi menguntungkan Ukraina.

Data dari berbagai sumber menunjukkan selisih yang signifikan. Portal berita pertahanan Ukraina, Militarnyi, bahkan mencatat keuntungan bersih mencapai 120 km persegi. Sementara itu, Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington menilai Ukraina berhasil merebut kembali sekitar 280 km persegi, sementara Rusia hanya menguasai 40 km persegi. Ini menjadi pembalikan tren setelah Rusia terus mencatat keuntungan bersih setiap bulan sebelumnya.

Keberhasilan ini disebut-sebut sebagai buah dari strategi memutus jalur pasokan Rusia. Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyatakan bahwa jumlah serangan terhadap sasaran di belakang garis depan (jarak lebih dari 50 km) meningkat dua kali lipat dari April ke Mei. Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, Robert Brovdi, menambahkan bahwa serangan selama berminggu-minggu di wilayah selatan Kherson dan Zaporizhia berhasil mengurangi lalu lintas militer Rusia hingga 70 persen di jalan raya utama M-14.

Meskipun demikian, Rusia masih mencatat kemajuan di beberapa titik, terutama di Donetsk. Pengamat militer Ukraina, Kostyantyn Mashovets, melaporkan bahwa pasukan Rusia telah masuk ke bagian timur Kota Konstiantynivka dan kini menguasai sekitar 13 persen kota tersebut. Namun, target Presiden Putin untuk menguasai seluruh wilayah Donetsk terus meleset dari tenggat waktu yang ditetapkan.

Menariknya, di tengah gempuran ini, muncul sinyal negosiasi. Presiden Zelenskyy mengaku telah bertemu dengan oligarki Rusia, Roman Abramovich, yang bertindak sebagai perantara Putin. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Kremlin mulai menjajaki kemungkinan gencatan senjata.

Analisis: Strategi 'lockdown' logistik Ukraina terbukti efektif mengubah dinamika perang. Dengan memutus jalur suplai amunisi dan bahan bakar, Ukraina tidak hanya memperlambat laju ofensif Rusia tetapi juga menciptakan peluang untuk melakukan serangan balik. Ini adalah perang gesekan yang menguntungkan pihak yang memiliki logistik lebih efisien. Namun, kemajuan Rusia di Donetsk menunjukkan bahwa perang masih jauh dari kata selesai. Sinyal pertemuan dengan Abramovich bisa menjadi indikasi bahwa Rusia mulai merasakan tekanan, atau justru taktik untuk mengulur waktu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook