AL-JAWF JADI TITIK PANAS BARU KONFLIK YAMEN - Berita Dunia
← Kembali

AL-JAWF JADI TITIK PANAS BARU KONFLIK YAMEN

Foto Berita

Pemerintah Yaman yang diakui internasional kembali menggelar operasi militer besar-besaran. Kali ini, sasaran utamanya adalah kawasan strategis Al-Jawf, tepatnya dataran tinggi di sebelah timur ibu kota provinsi, Al-Hazm, yang selama ini dikuasai kelompok Houthi.

Operasi ini merupakan bagian dari 'Fajar Yaman' yang diluncurkan bulan lalu. Tujuannya jelas: membalikkan dominasi Houthi dan mengembalikan kendali negara. Al-Hazm sendiri bukan kota sembarangan. Kota ini pernah beberapa kali berpindah tangan selama 12 tahun perang, dan Houthi merebutnya pada Maret 2020. Kini, kota itu diproyeksikan menjadi pijakan pemerintah untuk menekan Sanaa.

Kenapa Al-Jawf begitu diperebutkan? Secara geografis, provinsi ini berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan terhubung ke lima provinsi kunci: Hadramout, Saada, Sanaa, Amran, dan Marib yang kaya minyak. Al-Jawf juga berfungsi sebagai tameng pertahanan alami bagi Marib, serta pintu masuk menuju benteng utama Houthi di utara.

Kabar terbaru dari lapangan, Komandan Lapangan Kolonel Rabie Al-Qurashi mengklaim pasukannya telah menguasai penuh pegunungan strategis Huwaishan. Wilayah ini adalah garis pertahanan pertama Houthi di poros timur. Menurutnya, penguasaan medan terjal ini memungkinkan pemerintah memutus jalur logistik pemberontak. 'Pasukan pemerintah berhasil mematahkan format pertahanan itu dengan kendali parsial atas jalan depan Al-Alam,' ujarnya.

Pengamat militer Ali Al-Dahab menilai, advance pemerintah di Al-Jawf adalah transformasi taktis yang signifikan. 'Kontrol atas dataran tinggi memberikan keuntungan moral dan psikologis, serta membuat keputusan Houthi kacau. Pemerintah juga bisa memantau pergerakan dan jalur pasokan Houthi,' jelasnya.

Juru bicara militer Majed Abdullah Al-Nuzaili menambahkan lewat X bahwa operasi terbaru ini telah 'menimbulkan kerugian pada kapabilitas milisi'. Meski begitu, dampak bagi masyarakat sipil di Al-Jawf dan sekitarnya patut dicermati. Eskalasi militer ini berpotensi memicu gelombang pengungsian baru dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah akut di Yaman, terutama karena Al-Jawf berbatasan langsung dengan jalur bantuan internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook