DARFUR LAPAR! GIZI BURUK ANAK BALITA HAMPIR DUA KALI LIPAT - Berita Dunia
← Kembali

DARFUR LAPAR! GIZI BURUK ANAK BALITA HAMPIR DUA KALI LIPAT

Foto Berita

Krisis kemanusiaan di Sudan makin mengerikan! Dua wilayah di Darfur, Um Baru dan Kernoi, kini menghadapi tingkat gizi buruk akut yang melampaui ambang batas kelaparan, mengancam nyawa ribuan anak-anak di tengah perang saudara yang tak kunjung usai.

Peringatan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lembaga pakar ketahanan pangan yang didukung PBB, pada Kamis (berdasarkan data hingga Februari) menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan. Di Um Baru, tingkat anak balita di bawah lima tahun yang menderita gizi buruk akut mencapai 53 persen, hampir dua kali lipat dari ambang batas kelaparan. Sementara di Kernoi, hampir sepertiga anak-anak mengalami kondisi serupa. Angka-angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah sinyal bahaya yang memekakkan telinga akan peningkatan risiko kematian, dan mengindikasikan bahwa wilayah-wilayah di sekitarnya pun kemungkinan besar mengalami kondisi katastrofik yang sama.

Situasi ini adalah dampak langsung dari perang saudara yang menghancurkan antara Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter dan tentara Sudan, yang telah berkecamuk sejak April 2023. Konflik brutal ini telah merenggut puluhan ribu nyawa, memaksa hampir 11 juta orang mengungsi, dan menjerumuskan berbagai wilayah ke dalam jurang kelaparan. Peringatan IPC kali ini menyusul klasifikasi kelaparan formal yang telah dikonfirmasi tiga bulan sebelumnya di El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, serta Kadugli di Kordofan Selatan. Wilayah Um Baru dan Kernoi, yang dekat dengan perbatasan Chad, juga menjadi tujuan pengungsian puluhan ribu warga yang melarikan diri dari El-Fasher saat jatuh ke tangan RSF pada Oktober lalu, membuat kondisi makin parah.

Tak hanya dua wilayah ini, IPC juga memperingatkan bahwa ada 20 area lain di Darfur dan Kordofan yang berdekatan berisiko tinggi mengalami kelaparan. Ini bukan sekadar krisis pangan, melainkan krisis kemanusiaan yang multidimensional: runtuhnya sistem kesehatan, pendidikan, dan keamanan, serta perpindahan penduduk massal. Masyarakat internasional dan pihak-pihak yang bertikai perlu segera mengambil tindakan serius untuk menghentikan konflik, membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan memastikan perlindungan bagi warga sipil. Jika tidak, Sudan akan terus terjerembap ke dalam bencana yang lebih dalam, dengan anak-anak sebagai korban paling rentan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook