Sanrio, perusahaan di balik karakter ikonik Hello Kitty, resmi mengakhiri kerja sama merchandise dengan drama televisi Jepang berjudul Vivant setelah menuai gelombang protes keras dari publik dan media pemerintah China. Keputusan ini diambil setelah karakter-karakter lucu seperti Hello Kitty, My Melody, dan Cinnamoroll dinilai terlibat dalam kontroversi lantaran tampil mengenakan kostum dari serial thriller mata-mata tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, drama Vivant sendiri menjadi sasaran kritik tajam di China karena penggambaran agen rahasia China yang melakukan penyiksaan brutal terhadap operatif Jepang. Media pemerintah China, Global Times, bahkan menyerang Sanrio secara terbuka, menyebut bahwa karakter kucing populer itu 'tidak seharusnya menari dengan sayap kanan Jepang'.
Pihak Sanrio pun angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, mereka menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa kolaborasi tersebut dihentikan karena mengandung elemen yang tidak sejalan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Sanrio berjanji akan memperketat proses peninjauan untuk semua proyek kolaborasi di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang.
Analisis singkat: Insiden ini menunjukkan bagaimana ketegangan diplomatik antara China dan Jepangâyang memanas sejak November lalu akibat pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwanâtelah merembet ke ranah budaya pop dan bisnis. Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bahwa brand global sekelas Sanrio pun bisa terjebak dalam pusaran geopolitik. Konsumen di Tanah Air mungkin perlu bersiap jika ada perubahan atau penundaan perilisan merchandise Hello Kitty yang terkait kolaborasi internasional. Selain itu, kasus ini juga menyoroti semakin sensitifnya pasar China terhadap konten yang dianggap menyinggung, sehingga brand lain di seluruh dunia akan lebih berhati-hati dalam memilih partner kolaborasi.