Persiapan pengamanan menjelang aksi unjuk rasa besar oposisi di Islamabad, Pakistan, kembali memicu fenomena unik yang merugikan warga. Pemerintah setempat menutup akses jalan utama menggunakan ribuan kontainer baja raksasa, sebuah taktik yang oleh warga setempat dijuluki sebagai 'musim kelima' tahunan.
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, sedikitnya 1.500 hingga 2.000 kontainer berat dikerahkan untuk memblokade rute menuju ibu kota. Tujuan utamanya adalah menghalau laju pawai massa dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), partai politik yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Imran Khan yang saat ini mendekam di penjara.
Meski pihak berwenang berdalih bahwa langkah ini adalah prosedur keamanan standar berdasarkan intelijen, dampaknya sangat terasa bagi masyarakat sipil. Para pengemudi dan pelaku usaha menjadi pihak yang paling menderita karena terhambatnya mobilitas dan lumpuhnya aktivitas ekonomi di jalur-jalur vital.
Fenomena ini bahkan menginspirasi kreativitas anak muda lokal. Seorang atlet parkour, Mujaddad Asrar, memanfaatkan tumpukan kontainer tersebut sebagai arena latihan, mengunggah aksinya ke media sosial sebagai bentuk sindiran halus terhadap situasi politik yang berulang setiap tahun. Pemerintah sendiri mengklaim telah menggelontorkan dana miliaran rupee untuk operasional pengamanan ini, memicu pertanyaan publik mengenai efisiensi anggaran negara.