SEKUTU MUNDUR, TRUMP: TAK PERLU BANTUAN HORMUZ! - Berita Dunia
← Kembali

SEKUTU MUNDUR, TRUMP: TAK PERLU BANTUAN HORMUZ!

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan sikap kerasnya. Ia menegaskan bahwa AS tak butuh bantuan negara lain untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah sekutu utama, termasuk Inggris, Prancis, dan aliansi NATO, menolak untuk bergabung dalam koalisi internasional yang sebelumnya ia gagas.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump mengkritik sekutu-sekutunya yang dianggapnya enggan membantu, padahal AS telah banyak berkontribusi dengan ribuan tentaranya di berbagai negara. "Meskipun kami telah banyak membantu mereka, mereka tidak mau membantu kami, itu luar biasa," ujar Trump. Ia bahkan menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilainya mendekati akhir masa jabatannya, setelah Macron secara tegas menyatakan Prancis tidak akan terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump sempat menyerukan pembentukan koalisi angkatan laut untuk memastikan lalu lintas kapal aman di Selat Hormuz, jalur vital tempat 20 hingga 30 persen pasokan minyak global melintas. Ia bahkan mengklaim bahwa "banyak negara" telah setuju untuk bergabung dan "sedang dalam perjalanan." Namun, ketika didesak untuk menyebutkan nama negara, Trump hanya menunjuk dukungan dari negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Israel. Patut dicatat, belum ada negara-negara tersebut yang secara publik mengumumkan keterlibatannya dalam koalisi yang dimaksud Trump, memunculkan spekulasi apakah yang ia maksud adalah aset militer AS yang sudah ada di wilayah tersebut.

Sikap Trump ini mencerminkan dilema diplomatik AS di tengah ketegangan dengan Iran. Di satu sisi, AS ingin mengamankan kepentingan pengiriman minyak global. Di sisi lain, negara-negara Eropa cenderung menghindari eskalasi militer dan memilih jalur diplomasi, terutama setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Ini menunjukkan bahwa AS kemungkinan akan bertindak sendiri dalam menghadapi ancaman di Selat Hormuz, yang berpotensi meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tersebut tanpa dukungan koalisi internasional yang kuat.

Meski tidak memberikan garis waktu baru untuk konflik dengan Iran, Trump memprediksi butuh 10 tahun bagi Iran untuk membangun kembali negaranya jika terjadi konfrontasi. "Kami belum siap untuk pergi, tetapi kami akan pergi dalam waktu dekat," pungkasnya, menunjukkan rencana penarikan pasukan AS di masa depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook