Ketegangan politik di India kembali memuncak. Pemimpin oposisi Rahul Gandhi untuk ketiga kalinya dalam dua hari terakhir ditangkap polisi saat memimpin aksi protes menuntut pengunduran diri Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gyanesh Kumar. Penangkapan terjadi pada Rabu (waktu setempat) ketika Gandhi dan sejumlah anggota parlemen oposisi bergerak menuju Jantar Mantar, lokasi demonstrasi yang ditentukan di New Delhi.
Siaran langsung di kanal YouTube Partai Kongres memperlihatkan polisi membawa Gandhi ke dalam kendaraan dan membawanya pergi. Otoritas juga menahan beberapa anggota parlemen oposisi dan demonstran lainnya. Aksi ini merupakan buntut dari kebijakan KPU yang telah menghapus lebih dari 130 juta nama dari daftar pemilih. Oposisi menuding penghapusan massal ini sebagai upaya sistematis untuk merugikan partai oposisi dan menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Narendra Modi.
Pihak KPU dan pemerintah membantah tuduhan tersebut. Mereka berdalih revisi daftar pemilih murni bertujuan membersihkan data ganda dan tidak memihak. Namun, gelombang protes yang melibatkan gerakan pemuda 'Cockroach' ini menjadi tantangan politik baru bagi Modi di pertengahan masa jabatan ketiganya, mencerminkan kemarahan publik yang meluas terhadap isu korupsi, kelangkaan lapangan kerja, dan kurangnya akuntabilitas pemerintah.