PRANCIS BERUSAHA KEMBALI KUASAI PENGARUH DI LEBANON - Berita Dunia
← Kembali

PRANCIS BERUSAHA KEMBALI KUASAI PENGARUH DI LEBANON

Foto Berita

Paris — Prancis kembali mengirim utusan khususnya, Jean-Yves Le Drian, ke Beirut pada Rabu (tanggal). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Prancis ingin memulihkan pengaruh diplomatiknya yang mulai luntur di Lebanon. Le Drian dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joseph Aoun, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Perdana Menteri Nawaf Salam.

Pertemuan ini akan membahas tiga isu utama: bantuan bagi warga yang terdampak krisis ekonomi, invasi Israel yang menduduki seperlima wilayah Lebanon, serta masa depan pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon selatan. Prancis punya peran besar di UNIFIL, dan mandat pasukan itu akan berakhir tahun ini.

Ketegangan kembali memuncak sejak awal Maret lalu, saat Israel melancarkan serangan besar-besaran setelah Hizbullah menembakkan roket ke Israel utara. Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada 16 April, serangan harian masih terus terjadi. Lebih dari 3.000 orang tewas dan satu juta warga mengungsi.

Menariknya, Presiden AS Donald Trump dilaporkan turun tangan mencegah serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut pada Senin lalu. Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung menelepon Trump setelah kejadian itu. Analis menilai ini menunjukkan Prancis masih ingin punya peran dalam peta diplomasi, namun juga khawatir AS terlalu mendominasi.

Bagi Prancis, Lebanon bukan sekadar negara bekas jajahan. Sejak era Mandat Prancis (1920-1943), hubungan kedua negara sangat erat, terutama dengan komunitas Kristen Lebanon. Beirut bahkan pernah dijuluki 'Paris-nya Timur Tengah'. Namun, pengaruh Prancis mulai tergerus, terutama dengan ketidakpastian masa depan UNIFIL.

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 2020 lalu sempat menjadi momen kebangkitan pengaruh Prancis. Macron langsung datang dan memberikan bantuan besar. Kini, Prancis harus berjuang lagi untuk mempertahankan posisinya sebagai mitra Eropa paling penting bagi Lebanon.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook