Saint Petersburg, Rusia – Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 376 drone Ukraina dalam serangan besar-besaran yang menyasar 16 wilayah, termasuk Saint Petersburg, Krimea, serta Laut Azov dan Laut Hitam. Serangan ini terjadi di penghujung Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF) yang dihadiri 20.000 tamu dari 130 negara.
Gubernur Wilayah Leningrad, Aleksandr Drozdenko, mengonfirmasi 86 drone berhasil dijatuhkan di sekitar Saint Petersburg—kota terbesar kedua Rusia yang juga menjadi pusat pelabuhan Baltik. Warga setempat sempat diimbau untuk tidak keluar rumah saat operasi pertahanan udara berlangsung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim drone negaranya mampu terbang sejauh 1.000 kilometer hingga mencapai pangkalan angkatan laut Rusia di Kronstadt, Saint Petersburg. Tak hanya itu, serangan juga menghantam depot minyak di Wilayah Krasnodar, sekitar 500 kilometer dari perbatasan Ukraina. “Rusia harus mengakhiri perang ini. Setiap ketidakadilan terhadap Ukraina akan mendapat balasan setimpal,” tegas Zelenskyy dalam unggahannya di X.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menolak ajakan bertemu langsung dengan Zelenskyy. Dalam pidatonya di forum ekonomi, Putin menyebut pertemuan itu “tidak ada gunanya” sebelum para ahli menyusun kesepakatan. Sikap kedua negara masih jauh berbeda: Rusia ingin mempertahankan wilayah yang sudah dikuasai, sementara Ukraina menuntut pengembalian seluruh teritorinya.
Analisis: Serangan drone skala besar ini menunjukkan peningkatan kapabilitas Ukraina dalam melancarkan serangan jarak jauh. Target di Saint Petersburg—jauh dari garis depan—menandakan bahwa perang telah memasuki fase baru di mana tak ada lagi wilayah aman di Rusia. Dampaknya, kepercayaan investor asing yang hadir di SPIEF bisa terganggu, mengingat kota tuan rumah forum ekonomi justru menjadi sasaran serangan langsung.