PEMIMPIN TERTINGGI IRAN GUGUR, RUDAL SAKSI BISU PERANG MEMANAS! - Berita Dunia
← Kembali

PEMIMPIN TERTINGGI IRAN GUGUR, RUDAL SAKSI BISU PERANG MEMANAS!

Foto Berita

KONFLIK AS-ISRAEL di Iran mencapai titik mendidih dengan kabar menggemparkan: Mojtaba Khamenei kini resmi menjabat Pemimpin Tertinggi Iran, menyusul laporan tewasnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang. Pergeseran kepemimpinan dramatis ini terjadi di tengah gelombang serangan udara besar-besaran di berbagai kota Iran dan klaim suksesnya rudal Iran menghantam fasilitas nuklir Israel di Dimona, menandai babak baru yang sangat berbahaya dalam perang regional.

Berbagai wilayah Iran, mulai dari ibu kota Tehran, Isfahan di Iran tengah, hingga Khuzestan di barat, tak luput dari serangan udara intensif. Laporan juga menyebut adanya upaya pembunuhan terhadap sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Polisi Ahmad-Reza Radan serta Komandan Dirgantara IRGC Majid Mousavi. Seorang komandan drone senior Iran bahkan dikabarkan tewas dalam serangan presisi di Gilan dan Mazandaran.

Namun, pihak Iran menunjukkan sikap tak gentar. Juru bicara Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf lantang mengklaim "kemenangan sudah di depan mata," terutama setelah rudal Iran disebut-sebut berhasil menghantam Dimona, lokasi fasilitas nuklir utama Israel, dan juga Arad. Klaim ini dibalas Israel dengan laporan lebih dari 180 korban luka di kedua kota tersebut. Komandan Mousavi turut menggemakan bahwa langit Israel kini tak berdaya, sebuah respons atas klaim dominasi udara AS dan Israel sebelumnya. Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Reza Talaei-Nik menegaskan bahwa serangan balasan akan terus dilancarkan hingga "musuh menyerah total."

Di tengah situasi mencekam ini, kekhawatiran masyarakat Iran meningkat, terutama terkait potensi serangan terhadap pembangkit listrik yang vital. Dengan dinamika politik internal Iran yang bergejolak pasca-pergantian pemimpin dan eskalasi serangan yang semakin meluas, jelas bahwa perang ini bukan lagi sekadar konflik perbatasan, melainkan telah memasuki fase yang jauh lebih kompleks dan berpotensi menimbulkan dampak regional yang masif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook