TRUMP TUDUH CHINA CURANGI PEMILU AS TANPA BUKTI - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP TUDUH CHINA CURANGI PEMILU AS TANPA BUKTI

Foto Berita

Washington DC - Mantan Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan tuduhan tanpa bukti terkait campur tangan China dalam Pemilu AS 2020. Dalam pidato yang disiarkan langsung dari Gedung Putih, Kamis waktu setempat, Trump menuduh Beijing mencuri 220 juta data pemilih dari 18 negara bagian.

Trump mengklaim telah mendeklasifikasi ratusan dokumen intelijen yang mendukung tuduhannya. Namun, ia tidak memberikan satu pun bukti konkret bahwa data itu digunakan untuk mengubah hasil pemilu yang ia kalah dari Joe Biden. Pidato setengah jam ini disampaikan tiga bulan sebelum pemilu paruh waktu (midterms) November mendatang.

Klaim Trump ini bertolak belakang dengan laporan resmi Badan Intelijen Nasional AS (DNI) tahun 2021. Laporan itu menyatakan dengan 'keyakinan tinggi' bahwa China sama sekali tidak ikut campur dalam Pemilu 2020. 'China tidak mengerahkan upaya interferensi dan mempertimbangkan namun tidak menggunakan upaya pengaruh yang bertujuan mengubah hasil pemilu presiden AS,' demikian bunyi laporan tersebut.

Kedutaan Besar China di Washington langsung membantah. 'Beijing tidak pernah dan tidak akan pernah campur tangan dalam pemilihan presiden,' kata juru bicara Kedubes China kepada Reuters. Sementara Partai Demokrat menuding Trump sengaja menebar keraguan publik terhadap sistem pemilu AS demi keuntungan politiknya sendiri.

Analisis Dampak: Tuduhan tanpa bukti ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi AS, terutama menjelang midterms. Ini juga bisa memicu ketegangan diplomatik baru antara AS dan China. Yang menarik, polling Washington Post-Ipsos menunjukkan approval rating Trump justru turun ke 37 persen, dengan banyak pemilih yang lebih khawatir soal biaya hidup dan perang dengan Iran dibanding isu kecurangan pemilu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook