Washington/Teheran, Al Jazeera – Amerika Serikat dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di semua lini dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, di balik klaim kemenangan dari kedua pihak, negosiasi teknis yang alot masih menanti.
Kesepakatan ini menjadi titik balik setelah ketegangan panjang yang nyaris memicu perang terbuka. Selat Hormuz, jalur vital bagi sepertiga pasokan minyak dunia, sempat menjadi pusaran konflik yang mengguncang harga energi global.
Analisis Dampak: Jika implementasi berjalan mulus, kesepakatan ini berpotensi menstabilkan harga minyak dan meredakan kekhawatiran akan krisis energi global. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, bisa merasakan dampak positif berupa penurunan harga BBM di pasar internasional. Namun, publik perlu cermat menyikapi klaim 'kemenangan' kedua belah pihak—skeptisisme masih diperlukan karena detail sanksi, penghentian program nuklir, dan masa depan milisi pro-Iran di Timur Tengah belum sepenuhnya jelas.