KERASUKAN WAJIB MILITER: ISRAEL TERANCAM RUNTUH DARI DALAM - Berita Dunia
← Kembali

KERASUKAN WAJIB MILITER: ISRAEL TERANCAM RUNTUH DARI DALAM

Foto Berita

Jakarta, Media Online – Bukan perang di Gaza atau tekanan internasional yang menjadi ancaman terbesar bagi Israel saat ini. Justru, persoalan wajib militer bagi warga ultra-Ortodoks atau Haredi memicu gelombang protes besar-besaran dan mengancam pecahnya koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ribuan pria muda ultra-Ortodoks turun ke jalan di pusat kota-kota besar Israel pada Kamis malam. Mereka memprotes penangkapan sesama anggota komunitas mereka yang menolak direkrut menjadi tentara. Penolakan ini bukan karena moral menentang perang, melainkan keyakinan bahwa dinas militer akan mengikis iman dan menjauhkan mereka dari studi kitab suci.

Protes yang berujung kekerasan kini menjadi pemandangan biasa. Puluhan polisi dan demonstran terluka, ratusan ditangkap, dan jalan-jalan utama lumpuh total. Ketegangan ini memaksa Netanyahu untuk memajukan RUU pembubaran parlemen demi menyelamatkan kursinya. Langkah ini sekaligus mengamankan RUU kontroversial yang akan membebaskan siswa Haredi dari wajib militer.

Anggota parlemen dari partai ultra-Ortodoks, Yisrael Eichler, menyebut RUU itu sebagai ā€œdeklarasi perang suciā€ melawan mereka yang menghina Tuhan. Sementara koleganya, Meir Porush, menuding hakim Mahkamah Agung sebagai ā€œanti-Semitā€ dan ā€œmusuh Tauratā€. Mahkamah Agung Israel memang selama ini menentang keras pengecualian wajib militer bagi kelompok Haredi.

Analisis Dampak: Analis politik Israel, Nimrod Flaschenberg, menilai isu ini bisa menjadi bumerang besar dalam pemilu mendatang. Masyarakat Israel sekuler yang semakin militeristik akibat perang di Gaza mulai muak dengan kelompok Haredi yang tidak ikut berperang. Yang lebih mengkhawatirkan, angka kelahiran komunitas ultra-Ortodoks sangat tinggi. Jika tren ini terus berlanjut, dalam beberapa dekade mereka akan menjadi mayoritas. Akibatnya, Israel berpotensi kehilangan statusnya sebagai negara maju dunia pertama karena beban ekonomi dan sosial yang tidak seimbang. Konflik internal ini membuktikan bahwa tembok pertahanan terkuat sekalipun bisa runtuh dari dalam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook