TAIPEI - Badai Topan Champi yang sangat kuat memaksa Taiwan menghentikan seluruh aktivitas pada Jumat (kemarin). Sekolah dan kantor tutup, sementara bursa saham senilai US$5 triliun ikut menghentikan operasi. Ini bukan sekadar libur biasa, melainkan 'typhoon holiday' darurat karena cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan warga.
Meski pusat badai diprediksi hanya melintas di dekat ujung timur laut Taiwan tanpa mendarat, otoritas tetap waspada. Badai ini membawa hujan lebat hingga 90 cm dan angin kencang yang bertahan sampai Sabtu malam. Korban jiwa sudah berjatuhan; satu orang meninggal terseret ombak, sementara 171 lainnya luka-luka dan sekitar 1.000 warga harus mengungsi.
Dampak Champi tidak berhenti di Taiwan. Di Jepang, lebih dari 8.400 rumah di Prefektur Okinawa mengalami pemadaman listrik, dan 160 penerbangan lintas negara dibatalkan. Filipina juga merasakan hempasan badai ini di wilayah Batanes. Para ahli meteorologi mencatat, Champi sempat menjadi badai terkuat di dunia tahun ini dengan kecepatan angin mencapai 298 km/jam sebelum melemah. Fenomena Super El Nino disebut menjadi pemicu utama meningkatnya intensitas badai di kawasan Pasifik tahun ini.