Pemerintah Yaman resmi mengumumkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang selama ini dikuasai kelompok Houthi. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pemimpin Yaman, menandai eskalasi baru dalam konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Menariknya, di saat yang hampir bersamaan, Iran — yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama Houthi — menyatakan bahwa konflik dengan Amerika Serikat tidak bisa diselesaikan lewat jalur militer. Pernyataan ini menciptakan situasi yang kompleks: di satu sisi pemerintah Yaman menggenjot operasi militer, di sisi lain salah satu aktor kunci di kawasan justru menyerukan pendekatan non-militer.
Dampaknya bagi masyarakat Yaman bisa sangat besar. Operasi militer skala besar berpotensi memperparah krisis kemanusiaan yang sudah akut di negara itu — mulai dari gelombang pengungsian baru, gangguan distribusi bantuan, hingga korban sipil. Masyarakat internasional pun diprediksi akan semakin mendesak agar semua pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan.