SKANDAL AI DAN DNA: ANCAMAN BARU BAGI SAINS? - Berita Dunia
← Kembali

SKANDAL AI DAN DNA: ANCAMAN BARU BAGI SAINS?

Foto Berita

Dunia sains sedang diguncang dua isu besar yang saling berkaitan. Di London, sebuah perusahaan bernama Basecamp Research tengah mengumpulkan miliaran gen dari sampel DNA untuk melatih kecerdasan buatan (AI) agar bisa 'berbicara' dalam bahasa biologi. Langkah ini diyakini bisa mempercepat riset ilmiah secara drastis, meniru cara perusahaan teknologi besar mengumpulkan data teks untuk melatih model AI mereka.

Namun, ambisi ini memicu kekhawatiran. Bulan lalu, OpenAI mengklaim AI mereka berhasil memecahkan masalah matematika terkenal, persamaan Navier-Stokes, dalam waktu 88 jam. Klaim ini langsung menuai kontroversi. Seorang matematikawan dari New York University, Tristan Buckmaster, mencurigai bahwa risetnya yang tersimpan di alat coding OpenAI, Codex, telah 'dilihat' atau digunakan oleh sistem mereka tanpa izin. Meskipun OpenAI membantahnya, insiden ini memunculkan pertanyaan serius tentang etika dan transparansi dalam penggunaan AI untuk sains.

Lebih dari sekadar soal pencurian ide, para ahli khawatir AI dapat merusak kepercayaan pada proses ilmiah itu sendiri. Kemampuan AI untuk 'berhalusinasi' atau memberikan informasi yang salah namun terdengar meyakinkan menjadi momok. Jika riset ilmiah yang katanya 'ditemukan AI' ternyata tidak valid, hal ini bisa mengikis kredibilitas sains di mata publik dan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook