Dunia tinju kembali bergemuruh! Legenda hidup Manny Pacquiao bersiap melakoni pertarungan kedua pasca-comebacknya dari masa pensiun. Petinju fenomenal asal Filipina ini akan berhadapan dengan mantan juara dunia kelas welter junior, Ruslan Provodnikov, pada 18 April mendatang.
Pertarungan sengit yang dinanti ini akan digelar di Thomas & Mack Center, Las Vegas, sebuah arena yang punya sejarah panjang dalam dunia tinju. Di usianya yang menginjak 47 tahun, Pac-Man, julukan akrab Pacquiao, menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Ini adalah laga keduanya sejak kembali dari "gantung sarung tinju" selama empat tahun. Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, Pacquiao mengakhiri masa hiatusnya dengan hasil imbang mayoritas melawan juara WBC kelas welter, Mario Barrios.
Dalam pernyataannya yang dirilis promotor, Pacquiao menegaskan bahwa setiap kali naik ring, ia membawa nama Filipina. "Dukungan dari negara saya dan para penggemar di seluruh dunia terus menjadi inspirasi bagi saya," ujarnya. Ia pun berjanji akan menyuguhkan pertarungan berkelas untuk para fans.
Kembalinya Pacquiao ke arena tinju bukan sekadar berita olahraga biasa. Ia adalah ikon nasional Filipina, seorang juara dunia delapan divisi yang juga pernah menjabat sebagai senator dan bahkan mencalonkan diri sebagai presiden. Rekor profesionalnya yang impresif dengan 62 kemenangan, 8 kekalahan, dan 3 hasil imbang dari 73 pertarungan, membuktikan ketangguhannya. Pada usia 40 tahun, ia pernah menjadi juara dunia kelas welter tertua pada 2019. Bahkan, ia juga akan dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame Class of 2025.
Pertarungan ini menjadi daya tarik besar bagi pecinta tinju. Di satu sisi, ini menunjukkan ambisi tak terbatas Pacquiao untuk terus berkompetisi di level tertinggi, meski usia sudah tidak muda lagi. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi semacam "farewell tour" atau pertarungan untuk memastikan legasinya tetap abadi. Bagi masyarakat Filipina, setiap pertarungan Pacquiao selalu menjadi momen sakral yang menyatukan bangsa. Kemenangan akan mengangkat moral, sementara kekalahan pun akan tetap dihormati sebagai bagian dari perjuangan seorang pahlawan. Pertanyaan besar kini adalah, mampukah Pac-Man menaklukkan Provodnikov dan mengukir sejarah baru di usia senjanya?