NEW DELHI - Ratusan demonstran dilaporkan ditahan di Delhi saat aksi unjuk rasa yang digagas kelompok Gen-Z, Cockroach Janta Party (CJP), menuntut reformasi pemilu. Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, bersama dua pemimpin lainnya, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, ditahan tak lama setelah mendarat di Delhi pada Sabtu (14/12).
Kelompok yang tidak terdaftar sebagai partai politik ini mengklaim ketiganya dibawa ke lokasi yang tidak diungkap. Polisi Delhi belum memberikan komentar resmi terkait penahanan tersebut, namun sebelumnya telah menolak izin aksi di Jantar Mantar, landmark ibu kota India itu.
Menjelang aksi, puluhan ribu personel keamanan dikerahkan dan jalan-jalan utama diblokade. Meski demikian, CJP bersikeras tetap melanjutkan demonstrasi. Akibatnya, massa yang seharusnya memadati Jantar Mantar tidak bisa mendekat karena ketatnya penjagaan dan barikade jalan.
Aksi ini berfokus pada tuntutan reformasi pemilu menjelang pemilihan negara bagian yang krusial beberapa bulan lagi. CJP juga menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum (CEC) Gyanesh Kumar atas tuduhan manipulasi daftar pemilih. Komisi Pemilihan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pemutakhiran data adalah rutinitas untuk menyaring pemilih ganda atau tidak layak.
Namun, proses ini menuai kontroversi di banyak negara bagian. Puluhan ribu warga mengaku dicoret secara tidak sah dari daftar pemilih. CJP dan partai oposisi menuduh Kumar berpihak pada Partai BJP pimpinan PM Narendra Modi. Baik Komisi Pemilihan maupun BJP membantah semua tuduhan ini.
Di tengah penahanan, Ajinkya Shinde yang ditunjuk sebagai pemimpin sementara CJP merilis video yang menyerukan kepada demonstran: "Jika polisi Delhi mencoba menghentikan Anda, di mana pun mereka menghentikan Anda, itu akan menjadi Jantar Mantar Anda." Aktivis mahasiswa Neha Bora, yang juga ditahan, mendesak demonstran untuk "bertahan di garis depan".
Salah satu demonstran, Sabika Muzaffar, mengaku telah mempersiapkan diri untuk ditahan. "Di perjalanan ke lokasi aksi, alih-alih melafalkan doa seperti biasanya, saya dan ibu saya menghafal nomor pengacara kami," ujarnya kepada BBC.