RUMAH LELUHUR DISERBU, FATIMA BERJUANG DI YERUSALEM! - Berita Dunia
← Kembali

RUMAH LELUHUR DISERBU, FATIMA BERJUANG DI YERUSALEM!

Foto Berita

Di tengah panasnya konflik di Yerusalem Timur, seorang nenek Palestina berusia 70 tahun bernama Fatima Salem berdiri teguh di depan rumah yang telah menjadi saksi bisu tiga generasi keluarganya. Ia menyaksikan sekelompok warga Amerika sibuk membangun pagar di sekeliling halaman rumahnya di Sheikh Jarrah, sebuah lingkungan yang kerap jadi sasaran penggusuran. "Saya ingin masuk ke rumah saya," ujarnya, menggambarkan kepedihan yang mendalam.

Rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan jantung keluarga Salem, tempat Fatima dilahirkan, kedua orang tuanya menghembuskan napas terakhir, dan ia membesarkan anak-anaknya. Kini, 11 anggota keluarga yang terdiri dari tiga generasi, termasuk cucunya yang juga bernama Fatima, terancam kehilangan tempat bernaung. Si kecil Fatima hanya bisa menatap dalam diam ke arah orang-orang asing berjaket merah yang seolah 'menginvasi' ruang bermainnya.

Peristiwa ini terjadi di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki Israel sejak 1967. Meski hukum internasional melarang pengusiran warga Palestina dari wilayah ini, kelompok pemukim Yahudi nasionalis tak gentar. Mereka berkeyakinan memiliki hak ilahi atas tanah tersebut, dan terus berupaya mengklaimnya. Ironisnya, orang-orang Amerika yang membangun pagar itu disewa oleh Chaim Silberstein, kepala badan amal yang terdaftar di Amerika Serikat, yang mengaku tanah itu adalah "tempat parkir milik kami."

Seluruh keluarga Fatima Salem pun keluar rumah, memohon agar kelompok tersebut pergi. Namun, seorang rabi dari Virginia bernama Ben Packer justru berteriak berulang kali, "Tidak, tidak, tidak!" Upaya penggusuran keluarga Salem ini sudah berlangsung puluhan tahun. Ini dimungkinkan oleh undang-undang yang diskriminatif, yang mengizinkan pemukim Yahudi mengklaim properti yang diyakini pernah ditempati warga Yahudi di masa lalu, sementara warga Palestina tidak punya hak serupa untuk properti mereka yang hilang.

Seorang warga Israel bahkan sempat mendekati kelompok pembangun pagar dan bertanya, "Mengapa kalian melakukan ini? Sadari apa yang kalian lakukan." Seorang pemuda dari Texas menjawab singkat, "Kami punya ide dasar." Dengan sarung tangan oranye neon, ia tetap memisahkan kabel pagar yang mulai mengepung keluarga Salem. Sebagai bentuk perlawanan terakhir, keluarga Salem memutuskan menggunakan tubuh mereka. Mereka menggelar meja dan kursi di halaman, hampir sepenuhnya terkepung oleh pagar.

Fatima Salem tua dengan tegas menyatakan, "Saya tidak akan meninggalkan rumah saya. Bahkan jika mereka datang ke sini dan mengusir saya, saya akan memanjat pintu dan kembali masuk. Saya bersumpah. Mereka akan membunuh saya di sini sebelum saya pergi." Kisah Fatima hanyalah satu dari banyak cerita di balik layar konflik Israel-Palestina, di mana kelompok pemukim, dukungan dana amal internasional, dan warga asing terlibat dalam upaya penggusuran warga Palestina dari tanah leluhur mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook