Aktivis kelompok asal Inggris, Led By Donkeys, baru-baru ini membuat gebrakan yang menghebohkan. Mereka menargetkan salah satu sosok paling berpengaruh dan terkaya di dunia, Larry Ellison, pendiri raksasa teknologi Oracle. Dalam sebuah video yang mereka rilis, terlihat anggota kelompok tersebut mendekati superyacht mewah milik Ellison dan menempelkan label kontroversial: "The Trump Propagandist".
Aksi ini bukan tanpa alasan. Led By Donkeys secara terbuka menyatakan bahwa tindakan mereka adalah bentuk protes keras terhadap dukungan terang-terangan Larry Ellison kepada Donald Trump. Mereka menuding Ellison menggunakan pengaruhnya yang besar, terutama di kancah media dan teknologi, untuk membentuk serta menyebarkan narasi politik yang menguntungkan Trump.
Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dukungan Larry Ellison kepada politisi memang bukan hal baru. Ia dikenal sebagai pendukung setia Donald Trump, bahkan pernah menjadi tuan rumah acara penggalangan dana kampanye untuk mantan Presiden AS tersebut. Aksi protes ini menyoroti bagaimana figur-figur superkaya dengan kekayaan dan pengaruh media yang masif dapat memainkan peran penting dalam lanskap politik, melampaui sekadar sumbangan finansial. Ini memicu diskusi penting tentang etika campur tangan individu berkuasa dalam pembentukan opini publik dan potensi dampaknya terhadap demokrasi. Aktivis tampak ingin menunjukkan bahwa simbol kemewahan dan kekuasaan seperti yacht bisa menjadi sasaran empuk untuk menarik perhatian publik pada isu-isu politik yang lebih besar.