SACRAMENTO, KOMPAS.com - Steve Hilton, mantan penasihat senior mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron, resmi maju sebagai calon Gubernur California. Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, ia menyebut pencalonannya adalah misi untuk 'menyelamatkan' negara bagian paling makmur di AS itu dari cengkeraman birokrasi yang menurutnya sudah terlalu besar dan kemerosotan ekonomi.
Hilton, yang pindah ke California pada 2012, maju sebagai kandidat dari Partai Republik di negara bagian yang secara tradisional merupakan basis kuat Partai Demokrat. Ia mengkritik habis-habisan 16 tahun kekuasaan Demokrat yang dinilainya telah menggerogoti semangat inovasi dan dinamisme ekonomi California.
Alih-alih mengusung ideologi partai, Hilton lebih memilih platform 'akal sehat'. Ia berjanji akan memotong pajak, mengurangi regulasi, dan memberantas pemborosan anggaran negara. Salah satu janji utamanya adalah membebaskan pajak penghasilan untuk warga hingga 100.000 dolar AS pertama (sekitar Rp1,5 miliar) serta menurunkan harga energi dan biaya perumahan.
Hilton juga menyebut bahwa California saat ini menghadapi tingkat kemiskinan, pengangguran, dan biaya hidup tertinggi di AS. Ia menyalahkan kebijakan Demokrat sebagai penyebab utama tingginya angka tunawisma dan kriminalitas. Menurutnya, cara tercepat untuk mengembalikan uang ke kantong rakyat adalah dengan mengurangi porsi pemerintah mengambilnya.
Meski mendapat dukungan dari Presiden Donald Trump, Hilton menganggap hal itu sebagai aset, bukan beban. Ia yakin kerja sama dengan Gedung Putih bisa mendorong perubahan kebijakan, terutama di sektor energi. Hilton mencontohkan harga bahan bakar yang tinggi akibat regulasi lingkungan yang ketat di California.
Analisis: Langkah Hilton ini menarik karena ia mencoba merangkul pemilih moderat dan independen di negara bagian yang sangat liberal. Namun, tantangan terbesarnya adalah elektabilitas Trump yang rendah di California. Jika ia terlalu dekat dengan Trump, ia bisa kehilangan suara pemilih sentris. Sebaliknya, jika ia terlalu menjauh, ia bisa kehilangan dukungan basis Partai Republik. Pertarungannya melawan kandidat Demokrat pada November nanti akan menjadi ujian apakah platform 'akal sehat' bisa menembus dominasi politik identitas di California.