RUSIA PASOK 90 PELUNCUR MISIL KE IRAN - Berita Dunia
← Kembali

RUSIA PASOK 90 PELUNCUR MISIL KE IRAN

Foto Berita

Rusia dilaporkan telah menyuplai Iran dengan 90 unit peluncur misil canggih. Kesepakatan ini terungkap dari dokumen produsen pertahanan utama Rusia yang dikutip Financial Times, dan muncul bersamaan dengan kunjungan pejabat tinggi keamanan Iran, Mohsen Rezaei, ke Moskow untuk membahas penguatan pakta pertahanan.

Peluncur tersebut dirancang untuk membawa misil berpemandu ringan serbaguna buatan Rusia, LMUR atau Izdeliye 305. Senjata presisi ini mulai masuk dinas militer pada 2022 dan telah dipakai luas oleh pasukan Rusia di Ukraina. Sistem ini dibuat khusus untuk helikopter serang Mi-28, yang kabarnya sudah dimiliki Iran.

Al Jazeera belum dapat memastikan apakah pesanan tersebut sudah dikirim. Namun, laporan ini menunjukkan semakin eratnya hubungan militer Moskow dan Teheran sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022. Para pejabat intelijen Barat memperingatkan hubungan keduanya makin dalam di tengah konflik AS di Timur Tengah, meski Presiden Donald Trump baru-baru ini menyebut Moskow 'sangat sedikit, jika ada,' membantu Iran.

Detail kesepakatan ini mencuat sehari setelah Presiden Vladimir Putin bertemu Rezaei di Kremlin. Rezaei membawa pesan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk 'pengembangan kerja sama bilateral lebih lanjut'. Kedua negara yang sama-sama terkena sanksi berat Barat terus mendekat dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2025, mereka menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang mencakup perdagangan, kerja sama militer, ilmu pengetahuan, budaya, dan pendidikan. Perjanjian itu berlaku Oktober tahun lalu, tapi tidak memuat klausul pertahanan bersama seperti pakta Rusia dengan Korea Utara.

Meski begitu, kesepakatan peluncur berbasis helikopter ini menegaskan ikatan militer yang terus menguat. Pada Sabtu, juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akraminia menyatakan Teheran telah membeli jet tempur Su-35 Rusia. Sementara itu, di tengah perang Ukraina, Teheran dilaporkan memasok Moskow dengan amunisi, peluru artileri, senjata api, misil balistik jarak pendek, helm, dan rompi antipeluru. Iran juga diduga menyuplai drone.

Analisis dampak: Penguatan poros Rusia-Iran ini berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah. Bagi masyarakat Iran, masuknya senjata canggih bisa memperkuat posisi militer negara, tetapi juga berisiko memicu sanksi tambahan yang berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan warga. Bagi dunia, aliansi dua negara di bawah sanksi Barat ini menjadi sinyal bahwa isolasi internasional tidak serta-merta melemahkan kapasitas militer mereka. Masyarakat global perlu mencermati apakah pasokan senjata ini akan memperpanjang ketegangan di kawasan atau justru mendorong negosiasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook