DEBUT USA DI WORLD CUP 2026: ANCAMAN ABSENNYA TRUMP - Berita Dunia
← Kembali

DEBUT USA DI WORLD CUP 2026: ANCAMAN ABSENNYA TRUMP

Foto Berita

Los Angeles, AS — Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, Timnas Amerika Serikat akan berlaga di Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri. Laga pembuka Grup D melawan Paraguay di SoFi Stadium, Los Angeles, Jumat (12/6/2026) waktu setempat, langsung dibayangi ketidakpastian: apakah Presiden Donald Trump akan hadir?

Biasanya, kepala negara tuan rumah selalu hadir di laga pembuka. Namun hingga hari pertandingan, Gedung Putih belum mengonfirmasi kehadiran Trump. Situasi ini kontras dengan Presiden Paraguay, Santiago Pena, yang sudah memastikan diri terbang ke LA. Absennya Trump bisa menjadi simbol keterputusan antara pemerintahan dan euforia olahraga yang sedang dinanti jutaan rakyat AS.

Di atas kertas, AS diunggulkan. Peringkat 17 FIFA jauh di atas Paraguay yang berada di posisi 41. Bintang utama AS, Christian Pulisic, baru saja menunjukkan tajinya dengan mencetak gol dan assist di laga uji coba melawan Senegal. Namun, lini belakang AS menjadi titik lemah. Hanya satu clean sheet dalam 13 pertandingan terakhir, dan kebobolan 11 gol dalam 4 laga terakhir, membuat kiper Matt Freese harus ekstra waspada.

Paraguay, meski peringkatnya lebih rendah, punya pertahanan solid. Masalah mereka justru di lini depan: hanya 14 gol dalam 18 laga kualifikasi. Laga ini akan menjadi ujian apakah serangan AS yang tajam bisa membongkar pertahanan rapat Paraguay, atau justru sebaliknya.

Bagi AS, hasil imbang atau kalah di laga perdana bisa mengulang mimpi buruk 1994, di mana mereka hanya sampai babak 16 besar. Dengan 48 tim dan 104 pertandingan, ini adalah Piala Dunia terbesar dalam sejarah, dan tekanan ada di pundak Pulisic dkk.


Analisis Dampak: Kehadiran Trump bukan sekadar seremoni. Dalam konteks politik AS yang terbelah, dukungan presiden terhadap tim nasional bisa menjadi perekat sosial. Jika Trump tidak hadir, bisa memicu kritik bahwa ia tidak peduli pada olahraga rakyat. Sebaliknya, jika hadir, ia bisa memanfaatkan momen ini untuk kampanye terselubung menjelang pemilu paruh waktu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook