Dunia penerbangan kembali dikejutkan oleh tragedi fatal di salah satu bandara tersibuk Amerika Serikat. Sebuah pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York City. Insiden maut pada Minggu malam waktu setempat ini merenggut nyawa pilot dan kopilot pesawat, serta membuat puluhan penumpang dan dua petugas pemadam dilarikan ke rumah sakit.
Pesawat CRJ-900 yang dioperasikan Jazz Aviation sebagai Air Canada Penerbangan AC8646 dari Montreal itu sedang dalam tahap pendaratan sekitar pukul 23:40. Tanpa diduga, pesawat bertabrakan dengan truk pemadam Port Authority yang saat itu sedang merespons laporan bau aneh dari penerbangan United Airlines sebelumnya. Kecelakaan ini terjadi dengan kecepatan sekitar 39 km/jam.
Fokus penyelidikan kini tertuju pada dugaan kekacauan koordinasi dari menara kontrol lalu lintas udara (ATC). Rekaman audio menunjukkan, kontroler awalnya memberi izin truk untuk melintas. Namun, hanya dalam hitungan detik sebelum tabrakan, kontroler panik dan berulang kali berteriak meminta truk berhenti saat jet Air Canada mendekat. Salah seorang kontroler bahkan terdengar menyalahkan diri sendiri pasca-insiden, mengaku "Saya berbuat salah."
Otoritas penerbangan AS dan Kanada kini bekerja keras mengungkap penyebab pasti, dengan penekanan pada komunikasi antara ground controller yang mengatur pergerakan darat dan tower controller yang bertanggung jawab atas pesawat di landasan. Prosedur standar mengharuskan landasan steril sepenuhnya sebelum kendaraan diizinkan melintas.
Tragedi ini juga kembali membuka luka lama soal isu keamanan penerbangan di darat. Mantan inspektur jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menyoroti bahwa kecelakaan fatal di landasan bandara bukan hal baru dan seharusnya menjadi "panggilan bangun" bagi otoritas. Lebih lanjut, insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran terkait kekurangan staf kontroler lalu lintas udara di FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) secara umum, meskipun LaGuardia bukan bandara dengan masalah kronis. Namun, kecelakaan ini terjadi saat shift malam, ketika jumlah kontroler cenderung lebih sedikit. Oleh karena itu, faktor kelelahan dan pola shift kerja para kontroler akan menjadi salah satu fokus utama investigasi yang sedang berlangsung.