TRUMP KLAIM KESEPAKATAN AWAL DENGAN IRAN SUDAH DITANDATANGANI - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KLAIM KESEPAKATAN AWAL DENGAN IRAN SUDAH DITANDATANGANI

Foto Berita

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Iran telah ditandatangani. Pernyataan ini disampaikan Trump saat bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di sela-sela KTT G7, Senin (12/6). Trump mengklaim dokumen tersebut sudah ditandatangani secara elektronik olehnya, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pejabat senior AS mengungkapkan, sebagai bagian dari kesepakatan, Selat Hormuz akan dibuka kembali pada Jumat mendatang, bertepatan dengan penandatanganan resmi di Jenewa. Kesepakatan ini juga memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan, di mana kedua belah pihak akan merundingkan detail perjanjian akhir.

Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesepakatan ini mencakup 'penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.' Namun, pejabat AS menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari Lebanon bukanlah syarat dalam kesepakatan ini. Israel tetap memiliki hak untuk membela diri.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pasukannya akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza selama diperlukan. Ia juga menegaskan Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir, dengan atau tanpa kesepakatan. Pernyataan ini muncul setelah serangan Israel di Lebanon selatan—yang pertama sejak gencatan senjata diumumkan—dan dibalas oleh Hizbullah dengan rudal dan drone.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi penghentian operasi militer dan menyebut kerangka kerja ini sebagai kemenangan bagi Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa mediator Qatar melakukan negosiasi panjang selama 14-15 jam di Teheran untuk mencapai kesepakatan awal ini.

Analisis Dampak: Kesepakatan ini berpotensi meredakan ketegangan geopolitik global, terutama terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang vital bagi pasokan minyak dunia. Namun, pernyataan kontradiktif antara AS dan Israel mengenai operasi militer di Lebanon menimbulkan keraguan tentang efektivitas gencatan senjata jangka panjang. Masyarakat internasional masih menunggu rincian kesepakatan yang dijanjikan akan dirilis dalam waktu dekat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook