KEBAKARAN DI DELHI, 21 TEWAS TERJEBAK DI PENGINAPAN ILEGAL - Berita Dunia
← Kembali

KEBAKARAN DI DELHI, 21 TEWAS TERJEBAK DI PENGINAPAN ILEGAL

Foto Berita

New Delhi, India – Tragedi kebakaran melanda sebuah gedung bertingkat di kawasan Malviya Nagar, Delhi Selatan, pada Jumat pagi (24/5/2025). Api yang diduga berasal dari lantai dasar gedung itu merambat dengan cepat, menjebak puluhan orang di lantai atas. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya 21 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, sebagian besar korban adalah warga negara asing dari negara-negara Asia Selatan, seperti Bangladesh. Mereka datang ke Delhi untuk berobat atau mendampingi keluarga yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit swasta terdekat. Bangunan yang terbakar itu diduga beroperasi secara ilegal sebagai "bed-and-breakfast" alias penginapan dadakan yang menyasar pasien dan keluarganya.

Petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api dalam waktu singkat, namun kobaran api yang cepat membuat banyak orang tak sempat menyelamatkan diri. Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga sekitar berusaha menolong dengan membentangkan kasur di jalan, sementara korban dari lantai dua dan tiga nekat melompat untuk menyelamatkan diri. Seorang saksi mata, Sher Khan, menggambarkan suasana panik saat orang-orang yang terjebak berteriak minta tolong.

Menteri Delhi, Ashish Sood, menyatakan pihaknya tengah menyelidiki apakah bangunan tersebut memiliki izin operasi yang sah. Jika terbukti melanggar, pengelola akan menghadapi tuntutan pidana. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa dan mengumumkan kompensasi sebesar 200.000 rupee (sekitar Rp38 juta) bagi keluarga korban meninggal, serta 50.000 rupee bagi korban luka.

Analisis Dampak: Tragedi ini kembali membuka luka lama soal lemahnya penegakan hukum keselamatan gedung di India. Praktik penginapan ilegal yang menyasar pasien dan keluarga memang marak di sekitar rumah sakit besar di Delhi. Tanpa pengawasan ketat, bangunan-bangunan ini menjadi 'jebakan maut' karena minimnya jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah setempat untuk segera menertibkan bangunan ilegal, terutama yang melayani sektor medis—sebuah sektor yang seharusnya menjadi tempat pemulihan, bukan petaka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook